10 Tujuan Wisata Lamongan

Pintu Masuk Wisata Bahari Lamongan atau WBL
Pintu Masuk Wisata Bahari Lamongan atau WBL by Panji Aryo Tegar

Wisata Lamongan Jawa Timur termasuk lengkap dan menarik, karena punya keunggulan di empat kategori wisata, yaitu wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya dan wisata kuliner. Wisata alam Kabupaten Lamongan, yang terkenal adalah Wisata Bahari Lamongan. Ini bisa dimaklumi karena Kabupaten Lamongan di bagian utara berbatasan dengan Laut Jawa. Pantai Lamongan adalah salah satu pantai terindah di Jawa Timur. Wisata sejarah Lamongan yang populer ialah Monumen Van Der Wijck, yang dibangun sejak zaman Hindia Belanda, terletak di kantor pelabuhan Brondong. Bener, namanya Pelabuhan Brondong, ga salah.

 

Wisata Religi Kabupaten Lamongan juga tak kalah menarik, karena disinilah salah satu makam Walisongo, yaitu Makam Sunan Drajat disemayamkan. Makam ini menarik ribuan wisatawan domestik tiap tahun, bukan untuk minta pesugihan melainkan meneladani perjuangan Sunan penyebar agama Islam di Jawa Timur ini. Kalau Wisata Kuliner tentu lengkap bin komplet. Ada rujak cingur, nasi boranan, dan yang paling khas tentu Soto Lamongan plus Tahu Campur Lamongan.

 

Daftar Wisata Lamongan berikut ini diambil dari yang paling populer alias paling banyak dikunjungi. Data ini tentu naik turun, karena selera masyarakat bisa berganti. Namun setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir tempat-tempat inilah yang paling banyak dikunjungi. Atau setidaknya direkomendasikan untuk dikunjungi, baik bagi wisatawan lokal, turis asing, backpacker atau wisata keluarga.

 

Inilah 10 Tujuan Wisata Lamongan Jawa Timur

#1 Wisata Bahari Lamongan

#2 Waduk Gondang

#3 Gua Maharani Zoo

#4 Pemandian air panas Brumbung

#5 Museum dan Makam Sunan Drajat

#6 Monumen Van der Wijck

#7 Makam Sunan Sendang Duwur

#8 Makam Dewi Sekardadu (Ibu Sunan Giri)

#9 Alun-alun Kota Lamongan

#10 Tempat Pelelangan Ikan Brondong

 

#1 Wisata Bahari Lamongan

Wisata Bahari Lamongan
Wisata Bahari Lamongan by Sylviana Dinar

Wisata Bahari Lamongan, biasa disingkat WBL, berpusat di wilayah Kecamatan Paciran. Ada beberapa wahana unggulan wisata alam ini, yaitu  Istana Bawah Laut, Istana Bajak Laut, Gua Insectarium, Anjungan Wali Songo, Rumah Kaca, Texas City, Tembak Ikan, Space Shuttle, dan Paus Dangdut. Komplet wahana untuk anak-anak, tema sains sampai untuk segala umur dan dewasa atau keluarga.

Wisata Bahari Lamongan usianya sudah sepuluh tahun. Pada 14 November 2014 yang akan datang, tujuan wisata ini akan berulang tahun ke-10 alias dasawarsa. Saat ini Wisata Bahari Lamongan dikelola oleh PT Bumi Lamongan Sejati, sebuah perusahaan travel / wisata yang sahamnya dimiliki oleh dua pihak, yaitu Pemkab Lamongan dan PT Bunga Wangsa Sejati.

Mr Crab alias Gerbang Kepiting WIsata Bahari Lamongan
Mr Crab alias Gerbang Kepiting WIsata Bahari Lamongan by Ari sastrosubroto

Lokasi Wisata Bahari Lamongan terletak di jalur Pantura antara Tuban-Surabaya, di tempat yang dulu dikenal dengan Pantai Tanjung Kodok, jadi sudah ramai sejak awalnya. Selain Pantai, anda yang berkunjung ke wisata bahari Lamongan juga dengan mudah dan cepat akan mengunjungi destinasi pariwisata andalan Lamongan lainnya, yaitu Gua Maharani, Tanjung Kodok Resort, Makan Sunan Drajat dan Makam Sunan Sendang Duwur.

 

#2 Waduk Gondang

 

Waduk GOndang Wisata Alam Lamongan
Waduk GOndang Wisata Alam Lamongan image lamonganoke.wordpress.com

Waduk Gondang adalah salah satu tujuan andalan orang Lamongan dan sekitarnya untuk piknik atau jalan-jalan. Seperti namanya, ini sebuah waduk alias tempat air yang buaanyaakk sekali. Letaknya sekitar 19 km arah barat Lamongan. Dari kota Lamongan, anda bisa memakai kendaraan umum atau pribadi. Sudah diresmikan sejak lama, sejak zaman Orde Baru, tepatnya oleh Bapak Soeharto tahun 1987.

Waduk Gondang luasnya 6,60 hektar (ha) dengan kedalaman air sekitar 29 meter. Cukup untuk menenggelamkan gedung berlantai delapan. Ada delapan desa yang tepinya bersinggungan dengan waduk ini, yaitu Sidorejo, Deketagung, Gondang Lor, Daliwangun, Sekidang, Wudi, Sukobendu, dan Wonorejo. Pemandangan paling baik adalah sore hari saat matahari pelan-pelan terbenam di ufuk barat.

Salah satu keuntungan menikmati WAduk Gondang Lamongan adalah situs ini dekat dengan situs wisata lainnya, yaitu makam Dewi Sekardadu, salah satu tokoh sejarah Lamongan. Makamnya ditemukan tahun 1911 dan dipugar tahun 1917 oleh pemerintah setempat. Dewi Sekardadu adalah putri Blambangan, istri Kanjeng Maulana Iskak. Ia juga disebut Mbok Rondo Gondang, sesepuh warga Gondang, dan merupakan ibu Jaka Samudra atau Sunan Giri.

 

#3 Goa Maharani

 

Goa Maharani Wisata Lamongan Jatim
Goa Maharani Wisata Lamongan Jatim image sisidunia.com

Gua Maharani dekat dengan Wisata Bahari Lamongan, letaknya di kecamatan Paciran Lamongan. Goa Maharani juga sering disebut Goa Istana Maharani. Anda harus punya nyali untuk masuk ke dalamnya, karena dalamnya 25 meter dari permukaan tanah. Tapi tempatnya luas, ada sekitar 2500 meter persegi atau seperempat hektar.

Penemuan Goa Maharani bisa dikatakan tidak sengaja, seperti banyak penemuan goa lainnya di Indonesia. Penemuan Gua Maharani tercatat pada tanggal 6 Agustus 1992. Sejak saat itu pemerintah memperhatikan dan kemudian memperbaikinya. Lalu diresmikan menjadi situs wisata sejak 10 Maret 1994 oleh Bupati Lamongan Muhammad Faried.

Gua Maharani hanya 500 meter dari pantai laut Jawa. Asiknya pula berada di tepi jalan Gresik-Tuban. Bila anda hendak berkunjung, catat waktu bukanya untuk umum, yaitu setiap hari pukul 07.30-12.00 WIB dan pukul 13.00-17.00 WIB.

 

#4 Sendang Brumbung

Sendang Brumbung Lamongan termasuk wisata favorit warga Lamongan Jawa Timur, karena punya sejarah panjang, airnya hangat dan punya khasiat! Bagi yang percaya sih. Pemandian air hangat Brumbung, seperti namanya, terletak di Brumbung.

Sendang Brumbung sudah ada sejak zaman Walisongo, tepatnya semasa Sunan Drajat hidup. Dulu lokasinya masuk dalam wilayah Desa Drajat, sekarang masuk dalam Desa Kranji. Berjarka sekitar 2 kilometer ke arah selatan Desa Drajat, dan masuk dalam kampung Tepanas.

Ada kisah legenda, yaitu dulu di jaman Sunan Drajat sendang ini pernah berubah warna dan rasa. Padahal biasa digunakan oleh warga untuk mandi, minum dan mencuci. Akibat perubahan itu banyak warga yang sakit dan akhirnya takut mendekati sendang. Sunan Drajat kemudian menolong mereka dengan menancapkan tongkat ke tanah kapur di dekat sendang. Dari lubang tongkat itu keluar air tawar dan bersih.

Tapi ternyata keluarnya air tawar tidak pernah berhenti. Airnya sampai buannyyaak. Sunan Drajat kemudian meminjamkan bokor dan menyuruh warga untuk membersihkan atau menawu air sendang hingga bersih. Tradisi tersebut dipertahankan hingga sekarang, yaitu pada bulan Muharam atau Suro sendang Brumbung dibersihkan oleh warga. Bahkan konon bokor milik Sunan Drajat masih ada dan berfungsi untuk membersihkan sumber air hangat tersebut.

 

#5 Museum dan Makam Sunan Drajat

Sunan Drajat adalah tokoh penyebar agama Islam di Jawa Timur, terutama di sekitar Kabupaten Lamongan. Para ahli sejarah memperkirakan Sunan Drajat lahir pada tahun 1470 Masehi. Ia punya nama kecil Raden Qasim, dan setelah dewasa bergelar Raden Syarifudin. Ia adalah anak alias putra Sunan Ampel, Walisongo paling terkenal di Jawa Timur, dan bersaudara dengan Sunan Bonang.

Setelah cukup umur, Sunan Drajat membangun pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan. Tempat tersebut adalah tanah perdikan hadiah dari Sultan Demak. Sunan Drajat memperoleh gelar Sunan Mayang Madu dari Raden Patah pada tahun 1520.

Makam Sunan Drajat bisa dicapai dari Lamongan hanya dalam waktu setengah jam. Bila dari Surabaya, Anda bisa melewati Tuban lewat Jalan Daendels (Anyar-Panarukan).

Bupati Lamongan Mohamad Faried yang bertekad menyelamatkan warisan sejarah tersebut mempunyai inisiatif memperbaiki makam, museum dan masjid Sunan Drajat dengan lebih bagus. Semangatnya mendapat dukungan dari masyarakat dan Gubernur Jawa Timur saat itu, Basofi Sudirman. Sejak tahun 1992 hingga 1994 pemkab membangun situs bersejarah tersebut. Mereka berupaya menyelamatkan situs makam, cungkup sitinggil, renovasi pasehan, bale rante dan sebagainya. Dananya berasal dari APBD Pemkab dan APBD Jawa Timur, nilainya ratusan juta rupiah.  Peresmiannya secara bertahap dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman dan Menteri Penerangan RI antara tahun 1992 hingga 1994.

 

#6 Monumen van Der Wijck

Museum Kapal Van der Wijck Lamongan Jatim
Museum Kapal Van der Wijck Lamongan Jatim

Anda tentu mengenal nama kapal Van Der Wijck, yang dipopulerkan oleh ulama sastrawan HAMKA, melalui novel masterpiecenya Tenggelamnya kapal van der Wijck. Hamka menulis cerita tersebut diilhamioleh kisah nyata alias based on true story, karena kapal van der Wijck benar-benar ada dan benar-benar tenggelam. Kapal tersebut tenggelam pada 28 Oktober 1936 di perairan Brondong, pesisir utara Pulau Jawa.

 

Padahal Kapal Van DER Wijck termasuk kapal mewah di zamannya, bisa disamakan dengan TITANIC-nya Indonesia. Pembuatan kapal tersebut dilakukan di galangan kapal Feijenoord Rotterdam Belanda pada tahun 1921. Sejatinya milik perusahaan kapal Koninklijke Paketvaart Maatschappij, Amsterdam.

Pevita PEarce dan Herjunot Ali dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck 2013
Pevita PEarce dan Herjunot Ali dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck 2013

Tenggelamnya kapal pesiar tersebut masih menjadi misteri. Namun pertolongan langsung berdatangan, terutama dari warga dan nelayan kampung sekitar, yaitu wilayah Brondong dan Blimbing. Awak kapal dan penumpang banyak yang dapat diselamatkan. Untuk mengenang kisah mereka, pemerintah Belanda membangun Monumen Kapal Van der Wijck. Lokasinya dekat dengan Kantor Pelabuhan Brondong, Lamongan, tempat perairan kapal tersebut tenggelam.

Cantiknya Pevita Pearce dan Gantengnya Herjunot Ali dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck
Cantiknya Pevita Pearce dan Gantengnya Herjunot Ali dalam Tenggelamnya Kapal van der Wijck

Di Indonesia sendiri, kaum perfilman sudah mengabadikan peristiwa tersebut berdasarkan novel Hamka tadi, dengan membuat film berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013), dibintangi oleh Pevita Pearce sebagai Nurhayati dan Herjunot Ali sebagai Zainuddin.

#7 Makam Sunan Sendang Duwur

 

Makam Sunan Sendang Duwur Wisata Religi Lamongan Jawa Timur
Makam Sunan Sendang Duwur Wisata Religi Lamongan imaga lamonganoke.wordpress.com

Sunan Sendang Duwur adalah tokoh penyebar agama Islam di Lamongan. Ia aslinya bernama Raden Noer Rahmad, dan merupakan putra Abdul Kohar Bin Malik Bin Sultan Abu Yazid. Ayahnya ini asli dari Baghdad atau lrak. Raden Nur Rahmad lahir pada tahun 1320 dan meninggal pada tahun 1585. Kedua tahun tersebut tertera pada dinding makam Sunan Sendang Duwur. Jadi usianya 265 TAHUN! Mungkinkah? Wallahu a’lam.

Sunan Sendang Duwur terkenal karena mampu memindahkan masjid dalam semalam dari Mantingan ke Bukit Amitunon, Sendang Duwur dan dikenal sebagai Masjid Sendang Duwur. Bangunan makam Sunan Sendang Duwur terletak nyaman di atas bukit Amitunon di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran Lamongan. Ini adalah makam berarsitektur paduan antara Islam dengan Hindu. Di bangunan ada gapura di bagian luar dengan bentuk mirip tugu Bentar di Bali, sedangkan gapura bagian dalam berbentuk paduraksa. Sedangkan di dinding penyangga cungkup makam dihiasi ornamen ukiran kayu jati yang artistik dan mengagumkan.

#8 Makam Dewi Sekardadu

Nama Lamongan berasal dari nama seorang tokoh pada masa silam. Pada zaman dulu, ada seorang pemuda bernama Hadi, karena mendapatkan pangkat rangga, maka ia disebut Ranggahadi. Ranggahadi kemudian bernama Mbah Lamong, yaitu sebutan yang diberikan oleh rakyat daerah ini. Karena Ranggahadi pandai Ngemong Rakyat, pandai membina daerah dan mahir menyebarkan ajaran agama Islam serta dicintai oleh seluruh rakyatnya, dari asal kata Mbah Lamong inilah kawasan ini lalu disebut Lamongan.

 

#9 Alun-alun Kota Lamongan

 

Alun alun Kota Lamongan Miniatur Pesawat
Alun alun Kota Lamongan Miniatur Pesawat by nurimzaidin.wordpress.com
Alun alun Kota Lamongan Wisata Keluarga
Alun alun Kota Lamongan Wisata Keluarga image nurimzaidin.wordpress.com
WIsata Kuliner alun alun Lamongan
WIsata Kuliner alun alun Lamongan image nurimzaidin.wordpress.com

Alun-alun Kota Lamongan sekarang sudah bersolek dan makin cantik, sejak direnovasi pada tahun 2011. Di pusat kota ini ktia dapat menikmati pemandanganpanorama alam pegunungan yang melingkupi Lamongan. Disini setiap sore banyak warga berkumpul sekadar melepas lelah dan menikmati keadaan sekeliling. Mulai dari anak-anakl, kaum muda hingga orang tua dan nenek kakek.

Ada banyak tempat duduk tempat bersantai bersama famili. Juga ada area merokok bagi yang ga bisa melepaskan diri dari kebiasaan buruk itu.

Alun-alun Lamongan juga menjadi surga bagi pencinta seni. Banyak grup seni atau kelompok band indie memamerkan kepiawaian mereka dalam berolah musik dan tarik suara di sore bahkan sampai malam. Berbagai jenis musik bisa mereka mainkan, mulai dari seni tradisional sampai musik modern.

 

#10 Tempat Pelelangan Ikan Brondong

 

Pantai Brondong di Paciran juga layak dikunjungi. Di sini ada TPI alias tempat pelelangan ikan. Bila anda pencinta seafood alias makanan laut segar dan bergizi, maka disinilah tempat terbaik di Lamongan. Selain harganya relatif terjangkau anda juga bisa menikmati alam sekitar dan masyarakat nelayan yang ramah.

Kabupaten Lamongan beribukota di Lamongan. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, lalu Kabupaten Gresik di timur, kemudian Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang di selatan, serta Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban di barat. Jadi ada lima kabupaten dan satu lautan. Wilayah Kabupaten Lamongan terbagi atas 27 kecamatan, kemudian terdiri atas sejumlah desa serta kelurahan.

 

Bila anda sedang di Jawa Timur kunjungi juga tempat-tempat wisata favorit di berbagai kabupaten berikut ini:

Wisata Jember

Wisata Pasuruan

Wisata Situbondo

Wisata Probolinggo

Wisata Madiun

Wisata Lumajang

Wisata Surabaya

Wisata Malang

Wisata Bondowoso

Wisata Banyuwangi

Summary
Article Name
10 Tujuan Wisata Lamongan
Description
10 Tujuan Wisata Lamongan Jawa Timur, Wisata Bahari Lamongan, Wisata REligi Lamongan, Wisata ALam Lamongan, alun-alun kota lamongan,lamongan jawa timur
Author
FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *