Optimisme Luiz Felipe Scolari

Luiz Felipe Scolari pelatih sepakbola Brasil

Selamat kepada Luiz Felipe Scolari, yang telah membawa Brasil unggul 3-1 atas Kroasia di pertandingan pembuka Piala Dunia 2014. Pelatih gaek yang mengambil tongkat kepelatihan dari Mano Menezes sejak November 2012 ini terbukti bertangan dingin. Meski Brasil sempat tertinggal 0-1 akibat gol bunuh diri Marcelo, mereka tetap bersemangat dan akhirnya sukses membalikkan keadaan dengan meyakinkan.

Sejarah hidup Felipe Scolari memang sejarah keberhasilan dan kecemerlangan. Sekadar mengingatkan, dialah sang pelatih ketika Brasil meraih juara di Piala Dunia 2002 di Jepang dengan menaklukkan Jerman 2-0. Ia dipanggil melatih kembali setelah Mano dianggap gagal melatih tim Samba, terbukti tahun 2011 Brasil gagal total di Copa America. Salah satu rekor terburuknya adalah kekalahan dari Paraguay 2-4 di ajang tersebut. Dan ketika Brasil kalah oleh musuh bebuyutan Argentina 0-1 di November 2012 pada ajang Superclasio de las Americas, itulah pertandingan terakhir Menezes menangani Fred dkk.

Sebagai penyelenggara Piala Dunia 2014, tentu Brasil ingin meraih juara, yang keenam sepanjang sejarah. Felipe Scolari adalah pilihan tepat. Selepas mengantar Brasil menjuarai Piala Dunia 2002, ia sempat melatih Portugal, Chelsea, Bunyodkor, dan Palmeiras. Sebelumnya, ia juga sempat menangani Cruzeiro, Palmeiras dan Kuwait. Sejarah kepelatihannya sangat panjang, tercatat sejak tahun 1982 ketika melatih CSA (Centro Sportivo Alagoana), tim lokal Brasil. Total jenderal ia sudah menangani lebih dari 20 tim (klub dan tim nasional) selama 32 tahun!

Animasi Luiz Felipe Scolari, pelatih sepakbola Brasil
Animasi Luiz Felipe Scolari, pelatih sepakbola Brasil

Rasio terbaik kepelatihan Felipe ia raih ketika menangani FV Bunyodkor, sebuah klub sepakbola Uzbekistan tahun 2009-2010. Ia membukukan rekor 79% kemenangan dan meraih gelar juara di Liga Uzbekistan. Sebetulnya ga terlalu istimewa sih, sebab Bunyodkor juga jadi juara di tahun 2009 dan 2009. Rekor kedua ketika ia melatih Brasil tahun 2001-2002 dengan rasio kemenangan 75% sekaligus gelar juara dunia. Saat ini di sesi kedua ia baru meraih rasio kemenangan 74%.

Banyak orang bilang Felipao mirip Don Vito Corleone, pemain dalam film The Godfather. Memang wajahnya mirip sang aktor, Marlon Brando. Juga sifatnya yang kebapakan dan melindungi para pemainnya. Tapi bagi musuh, ia terlihat kejam dan bengis.

Melatih timnas Brasil bukan perkara mudah. Negara produsen pemain sepakbola kelas dunia tersebut memang penuh talenta, tetapi untuk meramu 11 pemain di lapangan hijau dan mengatur strategi jelas butuh kematangan dan pengalaman. Sang pelatih berada dalam dilema, apakah akan mengutamakan sepakbola indah alias jogo bonito atau kemenangan. Bagusnya sih keduanya, tetapi Scolari lebih mementingkan yang kedua. Ia buktikan di Piala Konfederasi 2013, ketika Brasil berhasil melumat juara dunia Spanyol dan juara Eropa 3-0 tanpa balas.

Skuad Brasil pimpinan Luiz Felipe Scolari
Skuad Brasil pimpinan Luiz Felipe Scolari

Bekal tersebut membuat Scolari percaya diri menatap Piala Dunia 2014. Ia siapa menghadapi tiga tim di grup A, yaitu Kroasia, Meksiko, dan Kamerun. Bukan lawan mudah, Meksiko misalnya pernah mengalahkan Brasil di Olimpiade 2012 dan Piala Dunia U-17 2013.

Meski demikian Scolari tak berkecil hati. Ia punya banyak peluru. Sebut saja Fred, Neymar, Oscar dan Hulk. Ia optimis Brasil bisa berbicara banyak di perhelatan yang digelar di kampung halaman sendiri, untuk meraih gelar juara ke-6.

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *