Harga Sebuah Keyakinan di Denmark

the keeper of lost causes

Kasus hilangnya seorang perempuan yang sudah terjadi selama lima tahun, tentu dihindari banyak polisi biasa, tetapi tidak bagi Carl Morck (Nikolaj Lie Kaas). Ia tetap teguh mendalami hal itu bahkan kalau harus terancam kehilangan statusnya sebagai aparat keamanan. Sang detektif yakin perempuan itu, Merete Lynggaard (), masih hidup, ada di suatu tempat, dan sedang mengharapkan pertolongannya.

Masalah utamanya adalah, saksi utama peristiwa tersebut, yang kebetulan adalah adik si perempuan, menderita penyakit. Ia tidak mampu mengatakan apa yang ia lihat. Ia tidak nyaman berada di dekat orang asing, mendengar suaranya, apalagi berdialog. Setelah kakaknya hilang ia dirawat oleh rumah sakit.

Untungnya ada Assad (Fares Fares), asisten sang detektif. Ia mencoba mendekat Uffe Lynggaard (Mikkel Boe Folsgaard). Butuh waktu lama dan kesabaran tingkat tinggi. Berhari-hari ia hanya duduk menemani menonton televisi, berkata seperlunya, bahkan dalam diam. Pada akhirnya si adik nyaman dengannya dan mengenali suaranya. Ketika Assad memperlihatkan puluhan foto yang diduga menculik kakaknya, si adik semula tidak bereaksi sedikitpun. Namun tiba-tiba ia ingat, tubuhnya bergejolak,keringat dingin mengucur, ia kejang-kejang tapi sempat tangannya menunjuk satu foto. Assad menjatuhkan diri menangkap si saksi sebelum jatuh, sambil tangannya menindih foto dimaksud, yang bercampur dengan foto lainnya.

Ternyata kisah si perempuan jauh ke belakang. Di waktu kecilnya, mereka pernah satu mobil bersama orang tua. Mereka beriringan jalan dengan si pelaku. Sempat bersitatap mata dalam waktu cukup lama, sehingga keduanya saling mengenal. Naas, beberapa saat kemudian kedua mobil terlibat kecelakaan. Seluruh keluarga si pelaku tewas, hanya ia yang selamat. Di sisi lain, si perempuan dan adiknya juga selamat. Saat itulah dendam mulai membara.

Setelah kecelakaan itu Lasse dirawat di sebuah panti asuhan. Ia punya teman karib dan sempat berganti identitas. Pada sebuah acara sosial, ia berkenalan dengan Merete, yang ternyata lupa dengan dirinya. Ia sanggup membantu si perempuan untuk mengenalkan dengan seorang senator yang akan membantunya. Merete menyanggupi untuk datang. Namun di perjalanan, di sebuah kapal, si pelaku menyekap perempuan.

Merete ditempatkan dalam sebuah kamar gelap. Ada cukup tempat untuk tidur dan buang hajat, tetapi tidak ada sinar matahari dan kehidupan. Ia masih mengirimkan makanan. Yang paling menyebalkan, ia mengasapi seluruh ruangan dengan gas bertemperatur 2 atm. Bila si perempuan melawan, ia akan meningkatkan tekanannya hingga 3 atm.

Di sisi lain, sang detektif ditekan atasannya, karena terobsesi dengan kasus tersebut. Padahal kasus tersebut sudah ditutup, sudah berjalan bertahun-tahun dan tidak ada titik terang. Bahkan akhirnya sang detektid dan Assad diskors, badge polisinya harus dikembalikan.

Sang detektif tidak patah arang. Berkat kegigihannya, ia berhasil menemukan rumah ibu pelaku. Si pelaku sempat melawan, tetapi akhirnya sang korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Happy ending.

Kisah tersebut dapat anda saksikan dalam film drama misteri thriller The Keeper of Lost Causes (atau Kvinden i buret, 2013) garapan sutradara Mikkel Norgaard. Film berlatar belakang negeri-negeri ini – , dan – juga menyuguhkan tiga bahasa, yaitu bahasa Denmark,  Swedia dan .  Karya kreatif sinema ini diadaptasi dari novel buah tangan Jussi Adler-Olsen, penulis kelahiran Denmark 1950. Di adegan akhir, sempat merekam Assad yang tengah shalat dan berdoa.  Di negara Denmark, ada 3,7% warganya yang beragama Islam, atau sekitar 270 irbu dari total 5,6 juta penduduk negeri berbentuk Kerajaan tersebut. Assad bersyukur karena selamat dari tembakan si pelaku, di sisi lain berhjasil menyelamatkan Carl dan Merete.

Bagi para pencinta drama, thriller dan misteri, film yang mendapat skor  7,1 dari 4000 penilai di IMDB ini layak ditonton. Namun tidak seperti produk Hollywood, alurnya terlihat kurang suspense, dramanya datar. Padahal ada beberapa sisi yang bisa dieksplor lebih jauh. Misalnya dramatisasi Carl dan Assad karena dicopot badge polisinya, atau kehidupan Assad yang kurang disorot, atau bagaimana si pelaku menghidupi dirinya dan ibunya, seorang perempuan tua yang baik tetapi tidak menyadari kejahatan anaknya.

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *