Dimas Kanjeng, Mahfud MD dan Duit dari Alam Gaib

Dimas Kanjeng dan Deddy Corbuzier di acara Hitam Putih Trans7
dan Deddy Corbuzier di acara Hitam Putih Trans7

Hari ini saya membaca berita, bahwa Mahfud MD, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta mengunjungi Jawa Timur, tepatnya di tempat kediaman Pesantren Taat Pribadi, Probolinggo, Kamis 5 Juni 2014. Ia dan rombongan ditemui langsung oleh pengurus pesantren, Dimas Kanjeng dan lima ribu santrinya. Dari kisah tersebut jelas Dimas Kanjeng, pengasuh pesantren, adalah pendukung dalam perhelatan kali ini.

Sosok Dimas Kanjeng inilah yang menarik bagi saya. Saya sudah mendengar namanya beberapa tahun yang lalu, mungkin dari sebuah forum, tentang seorang tokoh yang mampu menarik uang dari alam gaib. Ia hanya duduk-duduk sambil membaca bacaan berbahasa Arab. Entah al Quran, entah hadis, entah salawatan, saya kurang tahu persis. Di hadapannya ada peti. Sambil bergumam ia kadang menarik sesuatu dari peti tersebut. Yang muncul adalah lembaran uang. Segepok uang. Berkali-kali, tidak hanya selembar dua, bisa segepok dua gepok. Banyak orang di sekitar tempat itu, ada saksinya, bahkan bisa anda cek di youtube. Benarkah ia seorang wali yang mampu menarik uang dari alam gaib?

Dulu sekali, sebelum saya mengenal namanya, saya punya kenalan dari seorang pemuka masyarakat di Bandung. Ia juga bercerita tentang hal yang sama. Konon tokoh tersebut menarik uang yang sah, dengan nomor yang sah yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan, bukan nomor palsu atau jejadian. Jadi menurut hukum positif Indonesia, itu uang sah, berlaku. Pertanyaannya, darimana uang tersebut? Apakah uang itu ditarik dari brangkas bank di seantero negeri secara gaib? Apakah uang tersebut diambil lagi dari para tuyul yang mencuri dari orang-orang kaya? Atau ia sedang melakukan trik ilusi dan menipu mata?

Yang jelas, pengikut sang kiai jumlahnya ribuan. Konon ia mempunyai ratusan ribu santri dari seluruh penjuru negeri, bahkan hingga mancanegara. Tentu saja ada yang membantah, ada orang-orang yang skeptis dan sinis, mungkin lebih banyak, tentang kemampuan linuwihnya. Ada banyak testimoni yang meragukannya, tersebar di laman-laman internet. Ada bisa cari sendiri. Memang, mendapatkan uang secara gaib, yang bagi sebagian besar orang adalah “cara mudah menjadi orang kaya” sangat menarik, di negeri yang masih banyak orang miskin ini. Juga mengingatkan pada riwayat kuno dahulu kala, ketika Raden Mas Said terpesona oleh Sunan Bonang, yang mampu mengubah buah kolang kaling menjadi emas. Raden Mas Said terpesona, kemudian merajuk ingin menjadi muridnya. Ia tak peduli pada emasnya lagi, yang ternyata kemudian sebuah ilusi optik –  ia ingin kepribadian yang lebih bermakna, lebih dalam, lebih memberi manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Sunan Bonang mau menerimanya sebagai murid, dengan syarat, salah satunya adalah kungkum di tepi kali Bengawan Solo. Tokoh tersebut menyanggupi, dan dari sanalah kita mengenal nama Sunan Kalijaga.

Dimas Kanjeng bukan Sunan Bonang. Moh Mahfud MD juga bukan Raden Mas Said. Dimas Kanjeng hanya satu dari sekian ratus atau ribu tokoh yang mendukung pencalonan Prabowo. Mahfud MD juga hanya satu dari sekian tokoh NU yang sedang aktif bergerilya mengumpulkan massa dan suara. Kisah Dimas Kanjeng masih akan kontroversial, selama beberapa tahun ke depan. Mungkin tidak akan pernah terbuka secara jelas, benarkah ia bisa mendatangkan . Bila benar, tentu saja tidak sulit bagi kubu Prabowo untuk mendapatkan rupiah untuk ongkos kemenangan menuju tahta Indonesia satu. Meski saya ragu, apakah uang tersebut berkah ataukah masalah.

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *