Anggun Cipta Sedih Ahmad Dhani Pro Nazi

Anggun C SAsmi
Anggun C SAsmi

Anggun Cipta Sasmi vs Ahmad Dhani Prasetyo, demikian judul artikel kali ini, dua dari sekian musisi Indonesia yang menjadi poros dan  magnet kawula muda. Fokusnya adalah selera pakaian, tetapi bisa melebar ke isu terhangat politik saat ini, yaitu pemilihan presiden Republik Indonesia. Singkatnya, Anggun Cipta merasa sedih, kecewa dan malu, karena , pentolan grup musik Republik Cinta, mengenakan pakaian yang mirip dengan baju kebesaran , komandan pasukan dibawah Adolf Hitler, yang bertanggung jawab terhadap pembantaian orang-orang Yahudi pada Perang Dunia II.

Protes Anggun ia sampaikan dalam akun twitter resminya @Anggun_Cipta pada hari Rabu (26-6-2014) dalam empat twit berseri. Demikian kicauan lengkap pelantun lagu Snow on Sahara ini …

1.Kaget,kecewa, malu dan sedih melihat headline di portal berita , Spiegel, ada foto @AHMADDHANIPRAST memakai seragam Heinrich Himmler

2. Yg adalah leading member Nazi!Jutaan orang dibunuh secara kejam oleh mereka hanya karena mereka berbeda agama, ras dan visi. Memakai

3. Seragam org kepercayaan Hitler adalah mengenang kekejaman yang mencoreng muka dunia dan menggubris kepedihan keluarga jutaan korban

4. Aku berdoa semoga Indonesia tidak jatuh ke ! http://www.spiegel.de/politik/ausland/indonesien-ss-uniform-von-heinrich-himmler-in-wahlkampf-video-a-977207.html …

Kicauan Anggun, yang pernah semeja dengan Ahmad Dhani kala menjadi juri XFActor Indonesia sesi pertama dengan pemenang Fatin SL, segera mendapat retweet ribuan kali dan mendapat reply dari berbagai kalangan. Kebanyakan sepakat dengan apa yang dikatakan Anggun. Kicauan Anggun merujuk pada video kampanye buatan Ahmad Dhani dkk, yang mendukung capres nomor satu Prabowo-Hatta Rajasa. Video musik yang mengambil parodi lagu Queen itu menampilkan Dhani plus dua pemenang Indonesia Idol 2014 yaitu Nowela dan Virzha. Ahmad Dhani dan Virzha memakai baju yang mirip dengan pakaian dinas Heinrich Himmler.

Siapakah Heinrich Himmler? Dia adalah komandan Schutzstaffel (SS), alias skuadron pelindung atau badan keamanan Partai Nazi Jerman yang dibentuk Hitler pada tahun 1925. Dalam waktu singkat, Hitler berhasil memperbesar pasukannya, dari hanya 300 orang tahun 1925 menjadi 50.000 pasukan di tahun 1933. Himmler adalah tokoh di depan program ambisius Hitler tersebut, memegang komando SS sejak tahun 1929 hingga 1945. Himmler juga aktor utama Holocaust, sebuah cetatan kelam dari PD II. Konon korbannya sampai enam juta orang, ada pula yang bilang hanya ribuan saja. Korban Himmler tidak hanya orang Yahudi, tetapi juga orang Kristen, Slavia, Gipsi, homoseksual, liberal, komunis, Freemason, kulit hitam, Saksi Yehovah, dan banyak dari bangsa lain.

Lalu apakah dengan mengenakan baju mirip seragam Himmler otomatis Dhani bisa dibilang sepakat dengan paham Nazi dan cenderung menyetujui fasisme? Belum tentu juga. Yang ia lakukan hanyalah memakai uniform militer, ini soal selera. Orang-orang tidak lantas menjadi Hitler hanya dengan melihat Dhani memakai bajunya. Kalau soal penyebaran paham Nazi dan fasisme, ada yang lebih berbahaya, yaitu penyebaran paham mereka melalui berbagai tulisan dan buku, tanpa adanya saringan atau dialektika. Misalnya, salah satu kitab suci Nazi, Mein Kamp, ternyata bebas beredar di Indonesia. Padahal itulah buku propaganda Hitler paling penting.

Tetapi menafikan soal simbol juga tidak bijak. Dhani yang sudah jelas pro Prabowo misalnya, apakah mau bila ia memakai kaus bergambar Jokowi? Saya yakin tidak. Mengapa? Karena ia tidak mau diasosiasikan dengan Jokowi. Jadi jelas ada kebanggaan bila seseorang memakai seragam atau simbol dengan idolanya atau preferensi politik dan ideologinya. Orang-orang Kristen tentu suka memakai kalung salib, orang-orang Muslim suka pake kopiah. Itu preferensi kelompok mereka, mereka suka dan bangga memakai identitas kelompoknya.  Tentu, ada juga orang yang mengenakan simbol hanya karena sekadar koleksi atau sekadar iseng. Contohnya, di masa pileg ada banyak orang yang mengoleksi kaus dari seluruh partai. Ia bisa berganti-ganti memakainya sesuai dengan hari-hari tertentu. Ia mungkin memilih salah satu dari mereka, tetapi ia tidak lantas alergi dengan kaus lainnya. Mengapa? Karena ia membutuhkan kaus, meski tipis, tapi cukup untuk menutupi badan, dan sebagai kenang-kenangan bahwa ia ikut mencoblos. Ahmad Dhani, yang konon suami Mulan Jameela , tentu jauh dari kriteria seperti ini.

Lantas bagaimana reaksi Ahmad Dhani? Ia sudah membuat kicauan pasca Anggun menulis twitnya. Berikut balasannya:

 

Pemimpin rakyat lahir dari rakyat. Pemimpin kucing lahir dari kucing… Pemimpin macan lahir dari macan, Siapa yang ga tau?

Kalo sy pake kalung bintang daud ,awam anggap sy Yahudi…klo sy pake awam anggap sy Fasis…dasar awam tetep aja awam.

Jadi saya pernah di anggap Zionis dan jg di anggap Fasis…ha…ha..ha…konyol.

Polemik Anggun vs Dhani ini, anda berdiri di sebelah mana?

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *