3 Alasan Era Sepakbola Spanyol Sudah Berakhir

Fans Cantik Spanyol
Fans Cantik Spanyol

Belanda secara mengejutkan mengalahkan Spanyol 5-1 di laga pembuka grup B Piala Dunia 2014 Brasil, Sabtu (14-6-2014) dan secara gemilang membalas sakit hati mereka tatkala empat tahun lalu dikalahkan tim Matador di final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Sebelum laga, Spanyol diprediksi mudah mengalahkan Robin van Persie dkk, karena saat ini mereka adalah pemuncak di ranking FIFA, juga juara bertahan dan juara Eropa dua kali berturut-turut. Setelah pertandingan dini hari tadi, muncul pendapat bahwa era kejayaan sepakbola Spanyol  sudah berakhir. Apa alasannya?

Setidaknya ada tiga alasan penting mengapa sepakbola negeri bekas jajahan Portugis tersebut berakhir.

Pertama, sudah kehilangan gairah untuk menang. Mengapa? Karena Spanyol sudah meraih segalanya. Mereka juara Eropa 2008 dan 2012, Juara Dunia 2010, dan Juara Konfederasi 2009 serta finalis 2013. Di Eropa dua tim klubnya,yaitu Real Madrid memenangi Juara Liga Champions dan Sevilla Juara Liga Eropa 2013. Tidak ada tropi tertinggi lagi setelah itu. Jadi mereka loyo, tidak semangat mengejar prestasi lebih tinggi. Biasanya, mengejar tropi kedua tidak lebih menggairahkan daripada mengejar gelar kedua. Ini soal psikologi pemain, dan soal kejiwaan sangat menentukan disamping strategi dan urusan keterampilan mengolah bola.

Reaksi Fans SPanyol atas kekalahan 1-5 dari Belanda
Reaksi Fans SPanyol atas kekalahan 1-5 dari Belanda

Kedua, terlalu mengandalkan pemain tertentu. Di bawah mistar, Spanyol terlalu mengandalkan . Padahal ada David de Gea, kiper Manchester United yang juga dibawa ke Brasil. Casillas saat ini adalah pemegang caps (penampilan) terbanyak di timnas, yaitu 155 kali. Usianya saat ini 33 tahun, tidak terlalu tua memang untuk penjaga gawang.

Ketiga, taktik dan strategi yang sudah terbaca lawan. , pelatih Spanyol saat ini dulunya pernah melatih Real Madrid. Ia mengenal betul sepakbola negeri banteng tersebut dan akrab dengan tiki-taka. Sayangnya, taktik dan strategi tersebut sudah terbaca oleh lawan, kebetulan Belanda, yang dilatih oleh Louis van Gaal yang pernah menangani FC Barcelona. Salah satu kesalahan terberat mereka adalah melupakan cara bertahan, sehingga beberapa kali pemain Belanda mampu menusuk ke ruang pertahanan Spanyol dan bikin gol dengan mudah. Gol pertama yang diciptakan Robin van Persie adalah salah satu contoh bagaimana Spanyol sangat rapuh dalam bertahan.

Fans Belanda saat melawan Spanyol
Fans Belanda saat melawan Spanyol

Benarkah Spanyol akan pulang dari Brasil dengan memalukan? Belum tentu. Mereka punya dua pertandingan di grup B, melawan Chile dan Australia, dan harus memenangkan keduanya, agar lolos ke babak selanjutnya. Bisakah? Sangat bisa. Sejarah sudah menunjukkan, Spanyol bukan tim bermental lembek. Di Piala Dunia 2010 mereka kalah 0-1 dari Swiss di laga pembuka, namun akhirnya menang terus, termasuk menang 1-0 di laga final. Tentu saja,kali ini mereka harus memutar otak dan strategi lebih dalam, karena mereka kalah 1-5, jauh lebih merusak mental dan sulit untuk mengobatinya.

Jadi benarkah era Spanyol sudah berakhir? Vicente del Bosque akan menjawabnya beberapa hari mendatang. Selamat menonton.

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *