Waspada, Virus Siberia Umur 300 Abad Sudah Bangkit!

Peta Siberia (merah)
Peta (merah)

Aneh tapi nyata, ini sebuah keajaiban dalam dunia ilmu pengetahuan: sebentuk virus jaman baheula hidup kembali setelah hibernasi alias tidur sepanjang 300 abad alias 30.000 tahun! Para ilmuwan mengumumkan hal tersebut baru-baru ini, setelah melakukan riset di daratan Siberia. Semula mereka menemukannya dalam keadaan beku, pada lapisan terdalam di daratan Siberia. Namun kemudian terbukti virus tersebut dapat menggeliat dan menginfeksi lagi.

Apakah virus tersebut membawa penyakit yang telah punah pada jaman es? Apakah kehidupan manusia terancam karena para ilmuwan membangkitkan macan Siberia yang beku alias membuka ? Sejauh ini tidak. Ini kabar baik. Seorang saintis Prancis mengakui bahwa virus tersebut tidak menularkan penyakit berbahaya, baik bagi manusia maupun binatang. Namun, kabar buruknya, sejumlah virus lain yang bisa saja tidak terdeteksi bisa menjadi ganas saat lapisan tanah yang menguburnya terbongkar.

virus pandora bangkit 30000 tahun
virus pandora bangkit 30000 tahun

Seorang guru besar dari Pusat Riset Sains (CNRS) dari Universitas Aix-Marseille di Prancis mengatakan, bahwa penemuan tersebut adalah pertama kali yang bisa saksikan sebuah virus mampu menginfeksi setelah tertidur dalam masa yang begitu panjang.

Virus Siberia terbesar

Para ilmuwan menemukan virus tersebut sangat jauh di dasar bumi, yaitu 30 meter di bawah daratan yang beku di Siberia. Mereka menamakannya Pithovirus sibericum. Patogen kuno tersebut dimasukkan dalam kelas virus besar yang ditemukan sepuluh tahun yang lalu.

Bentuk Pithovirus sibericum sangat besar. Panjangnya mencapai 1,5 mikrometer, virus ukuran terbesar yang pernah ditemukan. Kita dapat melihatnya dengan mata telanjang, tak perlu mikroskop. Dalam catatan para ilmuwan, virus ini terakhir kali menyerang lebih dari 300 abad yang lalu, namun di ruang laboratorium virus ini telah aktif kembali. Dalam sejumlah tes yang dilakukan,   tersebut menyerang amuba, (organisme sel tunggal), tapi tidak bisa menginfeksi hewan atau manusia.

Salah seorang peneliti CNRS bernama Dr Chantal Abergel, meyakini, bahwa virus itu masuk ke sel, lalu berkembang dan membunuh sel. Itu bisa membunuh amuba, namun tidak akan menginfeksi sel manusia.

Hasil riset mereka  ini diterbitkan di Academy Sains Nasional (PNAS), Inggris.

Misteri Siberia

Penduduk Siberia dgn Pakaian Adat
Penduduk Siberia dgn Pakaian Adat

Daratan Siberia memang banyak menyimpan misteri. Wilayah tersebut terletak di Rusia dan di sebelah utara Kazakhstan. Hampir seluruh Asia Utara terliputi olehnya. Ia memanjang ke timur dari Pegunungan Ural sampai Samudra Pasifik dan ke selatan dari Samudra Artik ke bukit-bukit Kazakhstan sebelah utara-tengah dan perbatasan wilayah Mongolia dan China. Siberia saat ini berada dalam kekuasaan Rusia kecuali di daerah ujung barat daya. Hampir 75% wilayah Rusia adalah Siberia.

Secara geografis, Siberia terdiri dari beberapa wilayah Federal Rusia, antara lain: Distrik Federal Siberia, Distrik Federal Ural dan Republik Sakha (bagian dari Distrik Federal Timur Jauh). Dari sudut sejarah, semua wilayah Timur Jauh Rusia adalah bagian dari Siberia.

Siberia bisa dikatakan lengang dari rumah penduduk. Kepadatannya hanya 3 jiwa per km². Hampir semua warga Siberia beretnik Rusia atau blasteran Ukraina. Sedikit dari mereka punya suku Koryak, Chukchis, Evenk, dan Yukaghir.

Hampir 70% penduduk Siberia berumah di apartemen kecil di wilayah perkotaan. Kota paling ramai di Siberia adalah Novosibirsk yang didiami 1,5 juta jiwa. Sedangkan kota terdingin adalah Oymyakon, yang suhu udara terendahnya bisa mencapai -71,2 °C. Jelas, Oymyakon adalah kota terdingin di muka bumi.

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *