Kerajinan Kulit Ular di Kertasura Cirebon

Kerajinan Kulit Ular Kertasura CIrebon

Sebagian besar ular memang tidak berbahaya, tapi sedikit dari berbisa tersebut membuat ular menjadi salah satu binatang paling berbahaya bagi manusia. Namun mungkin anda sudah pernah mendengar, bahwa salah satu yang paling menarik dari ular adalah kulitnya, yang bisa menjadi bahan kerajinan berbagai aksesoris manusia, seperti sabuk kulit ular, sandal atau sepatu. Kerajinan kulit ular tersebut sudah ditekuni oleh masyarakat desa Kertasura, Cirebon, Jawa Barat bertahun-tahun lamanya. Namun aktivitas tersebut tidak termasuk dalam Delapan Fakta Menarik tentang Cirebon.

Anda tentu tidak ingin membayangkan bagaimana proses awal sejak ular diburu, dibunuh, kulitnya diambil, disamak dan diolah menjadi bahan yang siap dijual atau dibikin aksesoris. Bagi para pencinta hewan, kegiatan tersebut sangat melukai perasaan. Bagi orang yang jijik atau takut dengan ular, aktivitas tersebut bisa membuat mual. Tapi tidak bagi orang-orang yang menggantungkan kepulan dapurnya dari bisnis kerajinan kulit ular tersebut.

Kulit Ular dijemur di Kertasura Cirebon
Kulit Ular dijemur di Kertasura Cirebon

Kertasura Cirebon sudah dikenal sebagai Kampung Ular sejak lama. Warga desa tersebut membunuh dan mengirim ribuan kulit ular setiap minggunya. Teknik yang mereka gunakan termasuk kuno dan cenderung menyiksa. Mereka memasukan selang ke dalam mulut ular calon korban, lalu menggelontorkannya dengan air. Persis praktek sapi glonggongan yang pernah menghebohkan di Ampel Boyolali Jawa Tengah dulu. Kalau orang-orang Boyolali ingin daging sapinya tambah berat, sementara orang-orang Cirebon ingin kulit ular bertambah lebar.

Praktik glonggongan itu menyebabkan badan reptil tersebut menggelembung.Dalam keadaan kembung, leher ular diikat agar air tidak tumpah. Mereka membiarkan situasi tersiksa tersebut dalam waktu sedikitnya sepuluh menit. Lalu mereka akan menyayat kulit ular secara perlaan dan melepaskan dari badannya dari arah kepala ke arah ekor.

Tanpa perlakuan khusus, kulit ular yang baru terlepas itu akan menggulung dan melilit. Untuk mengatasinya, para pengrajin ular cepat-cepat mengeringkannya di atas papan lalu memasukkannya ke dalam oven.

 

Kulit Ular yang sudah siap dijual di Kertasura Cirebon
Kulit Ular yang sudah siap dijual di Kertasura Cirebon

Langkah selanjutnya adalah mencelupkan kulit tersebut dengan tujuan membentuk motif dan bentuk potongan yang diinginkan. Terakhir, kulit dijemur di bawah sinar matahari dan  dikirim ke pabrik penyamakan kulit.

Nasib ular yang dicabut kulitnya sangat mengenaskan. Mereka pasti akan mati, satu dua hari kemudian. Tapi dagingnya tidak dibuang, para pengrajin kulit ular Kertasura menjual daging ular dan jeroannya. Konon daging ular, terutama jenis tertentu, bisa menyembuhkan banyak penyakit seperti asma dan kulit bahkan menambah kejantanan para pria.

Sebuah tas dari kulit ular bikinan Cirebon dibanderol paling mahal tiga ratus ribu rupiah. Mungkin mereka tidak tahu, bahwa begitu sampai di Prancis, harganya bisa melonjak sampai empat puluh juta rupiah.

 

gambar dailymail.co.uk

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *