19 Tahun Nike Ardilla

Nike ARdilla superstar
superstar

Hari ini, 19 Maret 19 tahun yang lalu di usianya yang ke-19, penyanyi legendaris Nike Ardilla meninggal dunia. Ia meninggal saat berusia 19 tahun lebih dua bulan tiga minggu, di saat karirnya mencapai puncak, waktu kecantikan dan ketenarannya tak ada duanya di jagat dunia hiburan Indonesia. Ia meninggal karena kecelakaan tunggal, mobilnya menabrak beton di Jalan RE Martadinata (sekarang Jalan Riau) Kota Bandung.

Nama lengkap Nike Ardilla adalah Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi. Lahir di Bandung 27 Desember 1975 dan meninggal tanggal 19 Maret 1995. Nike adalah seorang penyanyi, bintang film, bintang iklan, model, sosialita papan atas. Ia sedikit dari penyanyi Indonesia yang masih mengeluarkan album meski sudah tiada. Masih suara aslinya, tentu yang sudah direkam dan tinggal diganti covernya. Setiap tanggal kelahiran dan kematiannya selalu diperingati para penggemar dan pemujanya. Makamnya di Ciamis menjadi salah satu situs yang menjadi tujuan ziarah.

Nike Astrina

Orang tua Nike Ardilla bernama R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat. Sejak umur enam tahun ia rajin mengikuti berbagai kontes unjuk suara di Kota Kembang. Denny Sabri, seorang wartawan musik sekaligus promotor menangani si cilik cantik Nike dan memberi nama panggung Nike Astrina. Saat itu tahun 1985, ia baru berusia 10 tahun, kelas lima SD, dan ia sudah menjadi penyanyi profesional, bukan penyanyi anak-anak.

Karena belum punya lagu sendiri, Nike Astrina kerap didaulat menjadi aktris pembuka konser (opening act) penyanyi yang lebih senior seperti Ikang Fawzy dan Nicky Astria. Lagu yang sering ia dendangkan adalah Hongky Tonk Woman (Rolling Stones) dan The Final Countdown (Europe). Banyak decak kagum sudah terlontar dari para musisi nasional tentang suaranya, kematangan panggungnya dan kecantikan alamiahnya.

 

Nike Ardilla

Bulan Oktober 1989, Nike bergabung dengan Proyek Q Records. Di sini ia bertemu dengan Deddy Dores, yang kemudian menggarap album perdananya. Namanya berganti dari Nike Astrina menjadi Nike Ardilla. Lagu hitsnya, ‘Seberkas Sinar’ – yang juga nama albumnya, laris manis di pasaran. Albumnya terjual setengah juta kopi. Ukuran luar biasa untuk pendatang baru.

NIke Ardilla album cover
NIke Ardilla album cover

Album kedua Nike lebih heboh lagi. Bertajuk Bintang Kehidupan, dirilis bulan Februari 1990. Albumnya laku dua juta kopi, empat kali lipat lebih banyak dari Seberkas Sinar. Lagunya itupun diterjemahkan dalam bahasa Inggris “The Star of Life” dan membawanya juara di ‘Asia Song Festival 1991’ di Shanghai China. Ingat, Nike saat itu menjadi kontestan paling imut alias termuda, baru lima belas tahun. Album terakhirnya,  ‘Sandiwara Cinta’ terjual lebih dari tiga juta kopi. Album itu dirilis sebulan sebelum kecelakaan itu.

Total Nike Ardilla merilis sembilan album selama hidupnya, ditambah tiga album lagi setelah ia tiada. Penghargaan yang ia dapat bukan sembarangan. Catat: empat kali dari BASF Awards (album Bintang Kehidupan, Nyalakan Api, Biarlah Aku Mengalah, Mama Aku Ingin Pulang). Juga empat kali dari HDX Awards (album Biarkan Cintamu Berlalu, Deru Debu, Sandiwara Cinta, Suara Hatiku) dan satu kali dari Anugrah Industri Muzik Malaysia (album Duri Terlindung).

NIke Ardilla model
NIke Ardilla model

Wajah cantik Nike Ardilla juga laris di dunia layar. Ia sempat berperan di sejumlah sinetron dan film. Film Nike pertama berjudul Kasmaran,  ia masih bocau 11 tahun. Film lainnya adalah Gadis Foto Model, Lupus 4, Si Kabayan & Anak Jin, Si Kabayan Saba Metropolitan, Cinta Anak Muda, Nakalnya Anak Muda,  Olga & Sepatu Roda,Kembali Lagi,  Nuansa Gadis Suci, juga film perjuangan semacam Saputangan Bandung Selatan dan Opera Anak Juang Indonesi. Sinetron yang sempat ia bintangi antara lain Bunga Kampus, Impian Pengantin, Senandung Senja, Sukreni Gadis Bali, None, Ceplas-Ceplos, Warisan, Trauma Marissa, Jalur Putih, dll.

Di bidang model, Nike juga punya piala. Antara lain juara dua pemilihan Model LA Clarks Jeans 1989 dan juara favorit Gadis Sampul 1990. Ia juga tampil di sejumlah iklan. Ia di jamannya, 1990an awal, ia adalah role model anak-anak muda, impian para remaja: cantik, terkenal, wangi, multi  talenta, penampilan modis, banyak piala, real diva, real superstar. Tak ada yang bisa menandingi. Bahkan jauh sebelum demam K-Pop lahir, Nike sudah menjadi menjadi simbol postmodernisme. Dan ingat, Nike Ardilla masih berusia 19 tahun saat memproduksi 131 lagu (dalam 13 album) dan 21 film plus sinetron. Produktivitas tinggi yang belum pernah bisa dilakukan artis manapun di Indonesia. Total dalam lima tahun karir profesionalnya, ia sudah menjual sepuluh juta kopi album.

Nike Ardilla juga aktif di dunia sosial. Tahun 1992 ia mendirikan SLB Nike Ardilla, masih berusia 17 tahun. SLB ini ada di Cipamokolan Bandung dan Nike dedikasikan untuk anak-anak tuna grahita. Masih berlanjut hingga artikel ini ditulis. Ia juga membiayai pembangunan Panti Bayi Sehat di Jl.Mulawarman Bandung. Ia juga pernah jadi donatur untuk klub sepakbola Bandung Raya.

Nike ARdilla dan mobil D 27 AK
Nike ARdilla dan mobil D 27 AK

Tapi 19 Maret 19 tahun yang lalu, tepatnya 19 Maret 1995, di usianya yang ke-19, Tuhan memanggil sang Diva. Pagi itu ia berkendara Mobil Honda Civic Genio warna biru metalik dengan nomor polisi D 27 AK, bersama seorang temannya, Sofiatun Wahyuni alias Atun, perempuan dari Yogyakarta. Masih belum terang benar cahaya mentari, jam menunjuk angka 05.30. Konon ia hendak menyalip sebuah mobil yang ada di depannya, tapi dari arah depan melaju sebuah kendaraan lain. Ia banting setir untuk menghindari kecelakaan, sayang terlalu keras menabrak beton. Nike meninggal di tempat, sahabatnya Atun dibawa ke rumah sakit Santo Yusuf dan selamat.

Banyak spekulasi liar muncul di seputar tragedi tersebut. Ada yang bilang ia tengah mabuk over dosis, ada yang bilang ia sengaja dibunuh oleh seorang anak penguasa karena menolak cintanya. Atun bilang ia hanya minum orange juice. Yang jelas ia tengah dalam hari-hari penuh kerja, antara lain sedang menyelesaikan produksi sinetron Trauma Marissa di Jakarta. Sama seperti spekulasi meninggalnya Lady Diana, Princess of Wales, 31 Agustus 1997, dua tahun kemudian. Nike dimakamkan di orang mengantar jasadnya ke pemakaman di Imbanegara, Ciamis, Jawa Barat.

 

Makam Nike Ardilla Imbanegara Ciamis
Makam Nike Ardilla Imbanegara Ciamis

Tewasnya sang Diva tidak berarti produktivitas lantas berhenti. Ia masih mengeluarkan tiga album dan masih laris diserbu penggemar. Ia juga masih peroleh penghargaan, termasuk penerbitan prangko Nike Ardilla tahun 1996, di Rusia. PT. Pos Indonesia juga menerbitkan kartu pos dan SHP (sampul hari pertama) setahun wafatnya Nike Ardilla tahun 1996. PT. Telkom merilis kartu telepon edisi Nike Ardilla untuk mengenang lima tahun wafatnya, tahun 2000. Nike juga diabadikan menjadi nama sebuah jalan kavling perumahan di Jakarta, tahun 2012.

Sampai saat ini, masih banyak penggemar Nike Ardilla. Mereka berkumpul dalam Nike Ardilla Fans Club. Tiap tahun banyak peziarah yang menyambangi makamnya di Imbanegara, Ciamis, Jawa Barat. Hanya ia wakil dari kegemilangan budaya pop yang menyaingi soal wisata ziarah berbanding dengan tokoh-tokoh agama dan politik lainnya. Di Sulawesi Barat ada sebuah rumah makan bernama Rumah Makan Nike Ardila, di Wonomulyo, Polewali Mandar, yang setiap harinya memutarkan lagu-lagu Nike.

Nike Ardilla remaja
Nike Ardilla remaja

Dan hari ini, 19 Maret 2014, 19 tahun setelah tragedi tersebut, nama Nike Ardilla masih kerap dibicarakan dan lagunya masih sering diputar oleh masyarakat pengidolanya.

Penghargaan Nike Ardilla

•             Penghargaan nternasional

1.            GOLD Prize Asian Song Festival 1991,

2.            Best Indonesian Selling Album in Malaysia Anugerah Musik 1994, Duri Terlindung Album

3.            2nd Runner Up Best Performer – ABU Golden Kite World Song Festival Kuala Lumpur Malaysia 1994

4.            Nike Ardilla Stamp had been released in Russia (Abkasia and Tauva Region), 1996.

5.            Golden Prize Malaysia Music Awards for 10 Tahun Koleksi terunggul Album, 2005.

NIke Ardilla dan sahabat kecil
NIke Ardilla dan sahabat kecil

•             Penghargaan nasional

1.            1st Champion “Lagu Pilihanku”, TVRI Jakarta, 1980.

2.            1st Champion Pop Singing HAPMI, 1985 Bandung.

3.            3rd winner “TERUNA Festival Indonesia”, 1986.

4.            1st Champion ” 3 Genre Singing Festival West Java”, 1987.

5.            Multi-platinum Awards for Seberkas Sinar Album, 1989.

6.            Best Selling Album, BASF Awards 1990, For Bintang Kehidupan Album.

7.            The Best Performer – Indonesian Popular Song Festival 1990.

8.            Best Selling Album, BASF Awards 1991, For Nyalakan Api Album.

9.            Multi-platinum Awards for Matahariku Album, 1992.

10.          Best Selling Album, BASF Awards, for Biarlah Aku Mengalah Album, 1993.

11.          Multi-platinum Awards for The Best Of (Tinggalah Aku Sendiri) Album, 1993.

12.          Best Selling Album, HDX Awards, for Biarkan Cintamu Berlalu Album, 1994.

13.          Best Selling Album, HDX Awards, for Sandiwara Cinta Album, 1995.

14.          Biggest Omzet Album, HDX Awards, for Sandiwara Cinta Album, 1995.

15.          Best Selling Album, HDX Awards, for Suara Hatiku Album, 1996.

16.          Music Mingguan Awards ANTeve, Best Selling Album for Suara Hatiku Album, 1996.

17.          Best Selling Album, HDX Awards, for The Best (Deru Debu) Album, 1996.

18.          Triple Platinum Album, BASF Awards, for Mama Aku Ingin Pulang Album, 1996.

19.          Multi-platinum Awards for The Best of Panggung Sandiwara Album, 1997.

20.          Multi-platinum Awards for The Best of Cinta Di antara Kita Album, 1997.

21.          Multi-platinum Awards for The Best of Ingin Ku Lupakan Album, 1998.

22.          Multi-platinum Awards for The Best of Belenggu Cinta Album,1999.

23.          Multi-Platinum Awards for The Best of Volume II Album, 2000.

24.          Multi-Platinum Awards for The Best Beat Album, 2002.

25.          Multi-platinum Awards for Best of The Best Album,2004.

26.          Multi-platinum Awards for Golden Memories Album, 2005.

27.          Multi-platinum Awards for 11 tahun Nike Ardilla Album, 2006.

28.          Multi-platinum Awards for Lagu Pilihan Fans Album, 2007.

29.          Multi-platinum Awards for The Best Of Tinggalah Ku Sendiri CDAlbum, 2008.

30.          Multi-platinum Awards for Number One RBT Album, 2009.

31.          Triple Platinum Awards for Koleksi Lengkap Album, 2010. In 2 days album sold 500.000 copies.

•             Video Music Awards

1.            Video Musik Indonesia, Video Favorite of The Month Tinggallah Aku Sendiri, 1993.

2.            Video Musik Indonesia, Video Favorite of The Month Biarkan Cintamu Berlalu, 1994.

3.            Video Musik Indonesia, Video Favorite of The Year, Director Ria Irawan, BIarkan Cintamu Berlalu, 1994.

4.            Best Female Video, MTV Viewer Choice Indonesia, 1997.

•             Television Awards

1.            Dunia Bintang SCTV Awards 1995, Favorite Viewer Artis.

2.            Dunia Bintang SCTV Awards 1995, Favorite Journalist Artis.

3.            Silet Infotainment Highest 2nd Rating ” Nike Ardilla Episode”, 2003

4.            SCTV Programme Eko Patrio Show, BEST Legend, mengalahkan Titiek Puspa and Benyamin S, Viewers Choice, 2005

•             Modeling, Magazine, Tabloid, and Newspaper

1.            Cover SAHABAT PENA Magazine, 1986.

2.            3rd Winner LA Clerk Model Contest, 1989.

3.            GADIS SAMPUL Favorit, 1990.

4.            Best Performer on TV – from Monitor Magazine 1990

5.            Best actress, readers choice Tabloid Citra 30th TVRI Anniv.1992. (LTB)

6.            Most Wanted Actress, readers choice Tabloid Nyata (Jawa Pos), 1993.

7.            Most Popular Artis, Popular Magazine, 1994.

8.            URTV Magazine favorite Cover, 1994.

9.            Indonesian Most Dedicated and Creative Singer – 1994

10.          Indonesian Best Female Singer – from CITRA Magazine 1995

11.          Nike Ardilla Stamp and Post Card edition, Tribute, from PT.POS Indonesia,1996.

12.          Best Selling Cover Tabloid Nova for Nike Ardilla Cover Headline, sold 850.000 eksemplar, 2007.

13.          Musisi Paling Fenomenal Versi Tabloid Bintang Indonesia, 2008.

Rekor Nike Ardilla

1.            17 Tahun kematiannya masih diperingati dan belum ada artis yang meninggal di Indonesia mempunyai pencapaian seperti ini.

2.            Setiap Hari Kelahirannya selalu diperingati sama seperti peringatan Hari Kartini.

3.            Nike Ardilla merupakan tokoh satu-satunya Lintas profesi yang setelah hampir puluhan tahun meninggalnya menjadi Cover tabloid dan atau Majalah berkali-kali, di Indonesia. Terakhir menjadi Cover Tabloid Genie 2 kali berturut-turut di Genie Edisi 36 & 38 Tahun VI bulan Maret 2010.

4.            Artis penyanyi termuda di usia 14 tahun 3 bulan 4 hari dengan penjualan 1 album mencapai 2 juta units, Bintang Kehidupan 1990.

5.            Tokoh Selebrtiti satu satunya yang masih menjadi headline berita di semua media massa.

6.            Kematian Nike Ardilla adalah berita paling heboh dan paling menggemparkan dalam sejarah pertelevisian Indonesia, berita kematianya di tayangkan selama 3 bulan berturut-turut, bahkan berita kematian Putri Diana pada tahun 1997 di Indonesia-pun tak dapat menyainginya.

7.            Dikutip dari buku “100 Perempuan Paling Berpengaruh Di Indonesia, Nike Ardilla menduduki peringkat 4 dari 100 perempuan tersebut. Dia berpengaruh karena: kegiatan amal yang ia lakukan di seluruh penjuru Indonesia, nyaris semua remaja perempuan meniru dia, mulai dari gaya rambut hingga cara berpakaiannya. Nike Ardilla adalah icon dari aliran musik slow rock, buktinya setelah kematian Nike Ardilla pada tahun 1995 akibat kecelakaan musik slow rock tak lagi berjaya.

8.            Nike Ardilla secara anumerta, bersama delapan tokoh musik lainnya mendapatkan penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia dari PAPPRI.

Album dan singles

Album yang telah beredar

•             Bandung Rock Power – 1988

•             Gadis Foto Model – 1989

•             Seberkas Sinar – 1990

•             Bintang Kehidupan – 1990

•             Nyalakan Api – 1991

•             Matahariku/Izinkanlah – 1991

•             Biarkan Aku Mengalah – 1993

•             Biarkan Cintamu Berlalu – 1994

•             Sandiwara Cinta – 1995

•             Mama Aku Ingin Pulang – 1995

•             Duri Terlindung (Malaysia) – 1995

•             Suara Hatiku – 1996

Album kompilasi

•             Bandung Rock Power 1988

•             Gadis Foto Model 1989

•             Album Ost Pocong – 1996

•             Best of The Best Vol. 1 – 1999

•             Best of The Best Vol. 2 – 2000

•             Best Beat – 2002

Singles soundtrack

•             Ost Nuansa Gadis Suci 1992

•             Ost Nakalnya Anak Muda 1992

•             Ost Aksara Bisu 1992

•             Ost Lupus 1992

•             Ost Deru Debu 1994

Filmografi

•             Kasmaran – 1987

•             Si Kabayan Saba Kota – 1988

•             Gadis Foto Model – 1989

•             Ricky – 1990

•             Lupus IV – 1990

•             Si Kabayan dan Anak Jin – 1991

•             Cinta Anak Muda – 1991

•             Perjanjian di Malam Keramat bersama Ratu Horor Suzanna – 1991

•             Olga dan Sepatu Roda – 1992

•             Si Kabayan Saba Metropolitan – 1992

•             Tiga Kamar Perawan – 1992

•             Kembali Lagi – 1994

Sinetron

•             Bunga Kampus (TVRI) – 1992

•             Sukreni Gadis Bali (RCTI) – 1993

•             Trauma Marissa (SCTV) – 1994

•             Ceplas-Ceplos – 1994

•             Saputangan dari Bandung Selatan – 1994

•             None (MNCTV) – 1994

•             Warisan I & II (RCTI) – 1995

•             Jalur Putih – (Indosiar) – 1995

Summary
Photo ofNike Ardilla
Name
Nike Ardilla
Nickname
(Nike Ardilla)
Job Title
Penyanyi - Model - Bintang Iklan
Bandung,
FacebookTwitterGoogle+Share