12 Adegan Terbaik 12 Years a Slave

12-Years-a-Slave-Solomon-dkk-makan-bersama
12-Years-a-Slave-Solomon-dkk-makan-bersama

Akhirnya kesampaian juga saya nonton film terbaik Oscar 2014 ini, 12 Years a Slave. Gara-gara terserang insomnia sudah beberapa hari ini, klepak-klepek ga bisa tidur, eh, power supply kompieku ngadat pula. Jadi abis maghrib komputerku sering restart sendiri, baru ngidupin 10 menit udah restart 10 kali. Bikin gondok. Kalau sambil nyalain jet pump sih jangan ditanya, lha ini ga matiin saja kadang rewel minta ampun. Eh tapi tadi malam, abis jam sembilanan, ternyata kompie stabil. Tapi karena ga mau kerja yang berat-berat, ya udah deh nonton Brad Pitt aja.

Tapi Brad Pitt munculnya dikit doang, udah mau udahan pilmnya. Itupun berlagak jadi pahlawan pembebas perbudakan. Usut punya usut, ternyata dia salah satu seorang produsernya. Hehehe pantas.

Yang buat saya penasaran selain pilmnya adalah penampilan pemeran pendukung perempuan terbaik. Namanya Lupito Nyong’o, aduh susah ngapalinnya. Dia dapat Oscar. Kalau alur ceritanya sudah ngerti dikit-dikit. Ini film drama, jadi jangan berharap ada adegan percintaan. Hehehe…

Ceritanya sih kayak film drama Hollywood lainnya. Si aktor utama mulanya orang terhormat kaya raya, lalu bepergian dan diculik. Solomon Northup, orang negro ini, lalu diculik dan dijual sebagai budak dengan harga seribu dollar. Ia bekerja berganti-ganti majikan sampai tiga kali. Sebelum akhirnya ia ketemu Samuel Bass, yang bersedia membantu dengan mengirim surat kepada keluarganya perihal Solomon. Konon ini kisah nyata, yang terjadi sekitar tahun 1840-an di Amerika.

Inilah 10 Adegan Terbaik 12 Years a Slave

#1 Bangun Tidur Jadi Budak

Ketika Solomon bangun tidur dan tiba-tiba sudah dalam keadaan dirantai besi dalam bilik sempit siap dijual di sebuah rumah yang tinggi jauh dari mana-mana. Itu terjadi ketika Solomon bertemu dua orang kenalan baru dan bersedia pergi bersama mereka. Mereka bertiga mabuk, sampai Solomon pingsan dan digotong ke kamar. Bangun-bangun Solomon sudah dalam keadaan tidak merdeka.

#2 Solomon dan Budak Lainnya

Solomon memberontak, mengatakan ia orang merdeka, tapi si penculik malah memecutinya. Mereka memberi nama baru padanya, Platt dari Georgia, bukan Solomon Northup dari Saratoga Springs New York. Ia dijual bersama puluhan orang lainnya. Ada pula sebuah keluarga dengan suami isteri plus dua anak laki perempuan. Si penjual membunuh si suami demi memperkosa sang istri, Eliza.

#3 Solomon Dijual

Di sebuah rumah besar sang tuan rumah menjual mereka kepada para calon pembeli. Solomon dijual seribu dollar. Eliza 700 dollar. Dua anaknya dijual terpisah. Ia nangis meraung-raung tapi tak digubris. Eh, itu perhitungan tahun 1841. Kalau dikalkulasi dengan harga tahun 2014 ini, itu setara dengan 27000 dan 19000 dollar AS. Alias 310 dan 218 juta rupiah. Waow, mahal sekali ya.

#4 Majikan yang Baik

Majikan pertama Solomon adalah orang baik. Namanya William Ford, tinggal di New Orleans. Ia sempat memberi Platt sebuah biola kecil buat hiburan. Dalam salah satu adegan, Ford menerima sarannya tentang bagaimana mereka memindahkan gelondongan kayu yang sudah ditebang melewati arus sungai, sekaligus mengabaikan pendapat salah satu mandornya Tibeats. Tibeats marah, mereka berkelahi. Platt menang, tapi si Tibeats kembali dengan dua temannya dan mereka menggantung Platt. Untung mandor Ford yang lain datang dan menyelamatkannya. Ford ga mau ada masalah, jadi dia menjual Platt biar ga kena sasaran Tibeats.

#5 Master Edwin Epps

 

Rumah-Edwin-Epps
Rumah-Edwin-Epps

Edwin Epps adalah majikan kedua Platt. Disini ia bertemu Patsey, negro perempuan kesayangan Mr Epps namun dibenci nyonya. Pats bisa mengumpulkan kapas 520 pon tiap hari, paling tinggi dari belasan budaknya. Platt bahkan masih dibawah 200, standar terendah. Yang ga memenuhi syarat langsung dihukum.

#6 Platt Mencambuk Patsey

Platt-Mencambuk-Patsey
Platt-Mencambuk-Patsey

Suatu hari Mr Epps ngamuk karena ga menemukan Pats. Ia mengira si negro kabur. Eh ternyata hanya pergi ke rumah Harriet Shaw, tetangga sebelah di hari libur. Ia diberi hadiah sabun, karena nyonya Epps sangat cemburuan dan tidak memberinya sabun sekadar buat membersihkan badan. Platt diminta Epps untuk mencambuk punggung Patsey. Platt melaksanakan setengah hati, sampai akhirnya Epps ngamuk dan mencambuk Patsey sampai berdarah-darah.

#7 Dipinjamkan kepada Judge Turner

12-Years-a-Slave-Ulat-serbu-Kapas-Epps
12-Years-a-Slave-Ulat-serbu-Kapas-Epps

Karena ulat menyerang perkebunan kapas milik Epps, ia menyewakan budak-budaknya sementara waktu kepada Judge Turner, yang juga punya perkebunan kapas. Disini Platt sempat mendapat hadiah koin karena ia bermain violin dalam sebuah upacara pernikahan.

#8 Ditipu Armsby

 

Solomon-Menulis-Surat
Solomon-Menulis-Surat

Platt dkk kembali ke Epps. Ia berjumpa budak negro baru, namanya Armsby yang berjanji mau mengantar mengirimkan surat pada kenalannya di Saratoga. Imbalannya koin. Platt bekerja keras membuat kertas dan pena di malam hari, dalam penerangan lilin seadanya. Namun Armsby ternyata berkhianat. Ia ingin jabatan mandor dan memberitahu Epps soal rencananya. Malam-malam Epps menyambangi Platt dan menuduhnya hendak lari. Untungnya Platt bisa meyakinkan Epps bahwa Armsby berdusta. Platt akhirnya membakar kertas suratnya.

#9 Pertemuan dengan Samuel Bass

Brad-Pitt-Membantu-SOlomon
Brad-Pitt-Membantu-SOlomon

Samuel Bass adalah kawan Mr Epps, orang Kanada. Ia berbeda pandangan soal negro dengan Epps. Orang hitam dan orang putih ia anggap sederajat, orang merdeka vs budak seharusnya tidak saling menindas atau bermusuhan. Ia suka membantuk Platt mendirikan rumah kayu alias gazebo. Platt akhirnya bercerita tentang dirinya kepada Bass. Bass terenyuh dan berjanji membuat surat kepada kenalan Platt alias Solomon di Saratoga Springs.

#10 Parker dan Sherif Datang

Solomon-dijemput-Parker-pulang
Solomon-dijemput-Parker-pulang

Suatu hari, saat Platt dan para budak negro bekerja di pekarangan yang tandus dan keras, sebuah kereta kuda datang. Ada sherif lokal yang menanyakan identitas Platt asli, yaitu Solomon Northup. Ia datang bersama kenalan Solomon dari Saratoga, seorang pemilik toko langganannya. Epps meradang melihat orang asing hendak mengambil budaknya. Tapi karena sherif tersebut punya kekuasaan legal, ia hanya bisa mengancam. Solomon pergi, diiringi isak tangis Patsey dan para budak lainnya.

#11 Kembali ke Rumah

Parker, kenalan Solomon yang menjemputnya mengantar Solomon sampai ke rumahnya. Dua anaknya sudah besar. Bahkan ia sudah punya cucu. Terhitung ia menjadi budak selama 12 tahun. Yaitu tahun 1841-1853. Jaman kegelapan bagi peradaban Amerika. Di teks akhir cerita dikisahkan ia melawan secara hukum orang-orang  yang menjerumuskannya dalam perbudakan. Tapi dimana dan kapan Solomon dimakamkan tidak diketahui oleh umum.

#12

Film ini menjadi film terbaik alias pemenang Oscar 2014, juga pemenang terbaik aktor pendukung perempuan buat Lupito Nyong’o alias Patsey dan pemenang skenario adaptasi terbaik untuk John Ridley. Jadi cuma tiga Oscar buat film terbaik. Budget film berkisar 20 juta dollar AS dan sudah menghasilkan duit 158 juta dollar AS.

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *