12 Adegan Terbaik dalam film The Family

The Family Dianna Agron Ngamuk
Ngamuk

Kehadiran bintang-bintang berkualitas cukup memberi bobot dan sekaligus alasan untuk menonton film The Family: (Fred Blake), (Maggie), Dianna Agron (Belle), (Robert Stansfield). Kisah tentang sebuah keluarga penjahat yang diburu penjahat lainnya. Mereka: ayah, ibu, anak perempuan dan anak laki-laki, dibalik tampang biasa menyimpan sisi kejahatan yang luar biasa. Sang ayah adalah pembunuh berdarah dingin. Sang ibu dengan ringan meledakkan toko hanya gara-gara dirasani. Sang gadis menghajar pemuda yang menggodanya dengan raket sampai hancur. Yang lelaki, bungsu, agak lebih lembut, karena fisiknya memang lebih lemah. Ia perlu sekawanan teman untuk mengeroyok geng di sekolahnya.

Aslinya mereka keluarga Giovanni Manzoni, termasuk keluarga mafia. Polisi memasukkan mereka dalam perlindungan saksi, entah karena apa. Tetapi mereka diburu keluarga mafia lainnya. Mereka harus pergi ke Normandy, Prancis, dan menyamar sebagai keluarga Fred Blake.

Ada beberapa scene yang bisa disebut . Inilah 10 adegan terbaik dalam film the Family:

1. Dianna Agron Menghajar sang Penggoda

Adegan pembuka adalah keluarga Blake menempati rumah dan lingkungan barunya di Normandy, Prancis karena mereka bersembuyi dari kejaran para mafia. Disini Dianna Agron (Belle) yang lumayan cantik digoda oleh empat pemuda yang mengajaknya naek mobil dan berpesta. Di taman salah seorang dari mereka menggodanya dengan senyum cunihin. Dianna berbalik, membuka bagasi mobil mereka, menemukan raket tenis, lalu mengambil dan langsung menhajar si penggoda berulang kali, sampai jatuh terkapar dan raketnya patah. Tiga yang lainnya tidak berani berbuat apa-apa. Dianna lalu dengan ringan membawa mobil mereka dan meninggalkan begitu saja di jalanan.

2. Dianna Agron Hendak Bunuh Diri

Meski keras, Belle bisa jatuh cinta, pada seorang staf pengajar yang kalem namun cerdas. Semula sang pengajar menerima, namun karena ia hendak pergi jauh ia menolaknya. Belle menelpon dari atas atap dan siap terjun bunuh diri. Yang menghalangi niatnya adalah sekawanan penjahat yang siap membunuh keluarganya, tampak parkir tepat dibawah.

3. Fred Menghajar Tukang Ledeng

Tukang ledeng dipanggil karena pipa air mereka bocor. Tapi karena meledek, Fred jadi marah, mengambil pemukul baseball dan menghajar si tukang sampai tulangnya patah. Ia lalu menggotong tubuhnya dan memakai mobilnya ke rumah sakit. Adegan tersebut terekam oleh istrinya yang sedang mengintai dengan tele dari rumah di seberang jalan.

4. Pesta Barbeque

Keluarga menyelenggarakan pesta barbeque di halaman rumah mereka setelah yakin para tetangga baik-baik saja. Dua pengintai di rumah seberang jalan ikut pesta. Robert Stansfield juga datang. Namun saat Blake mencoba memanggang barbeque, ia dikelilingi para lelaki yang mencela caranya. Mereka memberi saran sambil tertawa-tawa. Bergurau sih, tapi kok adegannya kaya Carrie yang sedang dibully. Blake sempat membayangkan menghanguskan wajah seorang tetangganya di arang panas, untung segera ditarik oleh Tommy.

 

5. John D’Leo Menghajar Geng Lawan

Sebagai anak yang badannya kecil, John D’Leo cenderung diremehkan bahkan sering dihajar kawan-kawannya. Tidak ada yang membela. Tapi ia punya cara untuk mencari kawan. Ia berdagang obat terlarang dan ketika teman-temannya berutang,  ia meminta mereka untuk membayar dengan cara menghajar geng yang suka mengganggunya.

6. Mafia Mengetahui Dimana Keluarga Blake Berada

Sudah bertahun-tahun keluarga Blake diuber-uber mafia. Mereka tidak segan-segan menghabisi sebuah keluarga yang diduga Blake. Sang eksekutor tinggal memotong jari sang ayah dan melaporkannya ke boss  yang sedang dipenjara dalam lingkungan yang sipirnya sudah disogok untuk memberi informasi. John D’Leo dalam sebuah pelajaran menulis puisi yang ditulis namanya. Karya tersebut diterbitkan dalam majalah intern sekolah. Sang informan berhasil membawa berkas tabloidnya dan menyampaikan ke sang boss dengan cara membungkuskannya dalam sebuah botol minuman. Sang boss setelah membaca puisi singkat keluarga Blake langsung tahu dimana mereka dengan melihat sekolah yang memuatnya. Segerombolan penjahat bersenjata lengkap segera memburu Blake.

8. Sang Pendeta memarahi MAggie

Maggie sering ke gereja untuk berdoa dan bertemu sang pendeta. Pendeta menyarankan agar Maggie mengakui dosa-dosanya. Maggie menolak. Pada suatu kesempatan mereka bertemu dan Pendeta memarahinya dan menganggapnya sebagai keluarga setan.

9. Fred bercerita di sebuah pertemuan tentang keluarga penjahat

Seorang tetangga yang punya perhatian terhadap film mengundang Blake dan Tommy untuk menhadiri sebuah pertemuan. Dalam pertemuan tersebut ia didaulat untuk menyampaikan narasi tentang keluarga penjahat. Itu bersamaan ketika sang Boss mengirim orang-orang untuk menghabisinya. Untunglah pertemuan segera bubar, karena Blake sudah menempatkan bom waktu yang meledak sebelum waktunya. Mereka bubar.

10. Warren menyaksikan para penjahat keluar dari kereta

Warren hendak lari karena ia tahu karyanya sudah menyebabkan mereka dalam bahaya. Ia pamit ke kakaknya dan ketika menunggu di stasiun para penjahat turun. Mereka tidak mengenalinya. Sang anak bergegas kembali

11. Serangan ke rumah Blake

Maggie sudah tahu akan ada serangan dan sedang mengintai di rumah seberang jalan. Dianna yang hendak bunuh diri tahu dibawahnya para penjahat sedang mengintai. Fred yang pulang ke rumah tahu situasi mencekam. Telepon berbunyi. Ia dan anjingnya menunggu. Sang penjahat turun menenteng pelontar roket, mengincar dari pagar gerbang dan bummm…..

12. Adegan pertempuran

Ini adegan puncaknya. Para penjahat setelah serangan pertama segera menyerbu. Mereka hanya mendapati anjing yang mati. Blake selamat dan sedang melipit ke rumah seberang jalan. Para penjahat menyerbunya. Blake menyelamatkan istrinya pada saat yang tepat. Dianna juga menyelamatkan adiknya. Namun ia dikejar-kejar penjahat, yang di detik terakhir datang Robert Stansfield menabraknya. Film selesai.

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *