10 Negara Pecandu Kopi

kopi hbd mama
hbd mama

termasuk surganya para pencinta kopi. Tanaman asli  Afrika ini tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan kita termasuk produsen kopi terbanyak di dunia. National Geographics mencatat, Indonesia adalah produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam. Tahun 2011 Indonesia memanen 495 ribu ton kopi, sementara Brasil menghasilkan 2,6 juta ton dan Vietnam 1,2 juta ton. Negara produsen kopi lainnya adalah Kolombia (468 ribu ton) dan Ethiopia (390 ribu ton).

Namun untuk konsumsi kopi, orang-orang Indonesia termasuk rendah. The Atlantic mencatat konsumsi kopi orang Indonesia hanya 0,041 cangkir kopi per hari. Artinya rata-rata orang Indonesia mengonsumsi satu cangkir kopi setiap 25 hari atau sebulan sekali!

Posisi Indonesia jauh dibawah sesama negara ASEAN, Philipina. Negara yang bahkan tidak termasuk 20 negara penghasil kopi terbesar ini mengonsumsi 0,6 cangkir kopi per hari. Para tetangga Siti Nurhaliza di Malaysia sana juga lumayan suka kopi, mereka minum 0,105 cangkir per hari. Posisi Indonesia satu strip diatas Vietnam (0,034 cangkir per hari). Sementara China dan Nigeria adalah dua negara yang bisa dibilang anti minum kopi. China minum 0,003 cangkir per hari atau hampir satu tahun satu cangkir. Nigeria 0,002 cangkir per hari atau satu cangkir tiap satu setengah tahun.

 

Selamat ulang tahun Mama, bikin ucapan selamat pake kopi,image @itscoffee_

Negara-negara yang warganya pecandu kopi kebanyakan dari benua Eropa. Belanda menempati posisi pertama sebagai warga pencinta kopi. Mereka menenggak 2,4 cangkir kopi per hari. Disusul Finlandia, Swedia dan Denmark.

Berikut ini adalah 10 Negara Pecandu Kopi Terbanyak di Dunia

 

10 Negara Penggila Kopi

1. Belanda

2. Finlandia

3. Swedia

4. Denmark

5. Jerman

6. Slovakia

7. Serbia

8. Republik Ceko

9. Polandia

10. Norwegia

Berikut posisi Indonesia, agak ke tengah bawah

 

Konsumsi Kopi di Indonesia

Produksi Kopi di Indonesia

Sejarah produksi budi daya kopi di Indonesia bermula sejak jaman Cultuurstelsel atau Tanam Paksa (1830-1870). Saat itu atas instruksi Belanda, Indonesia menanam kopi jenis arabica dari Yaman. Perkebunan kopi dibuka di Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur.

 

Secangkir Kopi dan Buku, image @dani_maulana91

Gara-gara arabica diserang hama, Belanda menggantinya dengan jenis liberika. Eh, ternyata sama saja. Liberika juga terkena hama. Akhirnya trend kembali ke Arabica.

Kopi jenis Arabika banyak dibudidayakan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Kopi robusta di Jawa Timur, banyak diproduksi dari kebun – kebun seperti Ngrangkah Pawon (Kediri), Bangelan (Malang), Malangsari, Kaliselogiri (Banyuwangi). Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi Arabika dan Robusta. Kopi Robusta tumbuh di daerah rendah sedangkan kopi Arabika tumbuh di daerah tinggi.

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *