10 Adegan Terbaik Film The Book Thief

Film The Book Thief adalah film berlatar belakang pada tahun 1938-1945. Diangkat dari novel karya Markus Zusak dan skenario ditulis Michael Petroni, film ini bercerita tentang sebuah keluarga yang mengadopsi gadis 11 tahun dan seorang pemuda yang sedang diburu . Ada persahabatan dalam cengkeraman penguasa, ada kesetiaan seorang isteri, ada kasih sayang seorang , ada cinta remaja yang sayang tak berlangsung lama. Film ini layak ditonton segala usia.

The Book Thief, Pencuri Buku, adalah sebutan bagi Liesel, gadis 11 tahun yang diperankan dengan baik oleh . Ibunya tak mau memelihara, adiknya meninggal dalam kereta di perjalanan, dikubur dalam hujan salju, dan disitulah ia menemukan buku pertamanya Pedoman bagi Penggali Kubur.

Ia diadopsi mantan tentara Jerman, Papa Hans dan Mama Rosa yang sudah tua. Ketika perang berkecamuk sang Papa (Geoffrey Rush) juga menyembunyikan seorang Yahudi anak teman tentaranya. Sang teman menyelamatkannya ketika perang dan ia berjanji akan menyelamatkan anaknya dengan segala cara. Semula sang Yahudi ditempatkan di ruang atas bersama Liessl, ketika perang makin berkobar ia dipindah ke basement.

Ada 10 Adegan Terbaik The Book Thief Paling Berkesan dalam film yang disutradarai Brian Percival ini, menurut saya, yaitu:

1. Meninggalnya Adik Liesel

Dalam perjalanan di kereta, dalam guyuran salju, adik lelaki Liesel dalam pangkuan ibunya. Dan batuk dan hidung berdarah dan meninggal. Begitu saja. Akhir yang mudah. Dikubur dalam guyuran salju di pekuburan entah dimana. Jerman 1938.

2. Liesel Memukul Jawara

Liesel belum bisa baca. Hari pertamanya di kelas ia disuruh menulis namanya di papan tulis. Ia hanya menulis tanda silang tiga kali. Anak-anak tertawa. Di luar kelas seorang lelaki tinggi menghinanya. Ia marah dan memukul dan menerjang berkali-kali. Menang.

3. Liesel Mencuri Buku dari Api

Sekelompok tentara Nazi mengumpulkan warga, berpidato dan membakar buku, ratusan atau bahkan ribuan. Liesel dan Rudy ikut melemparkan buku karena terpaksa. Ketika pesta selesai, orang-orang pulang, asap dan api masih mengepul, Liesel memberanikan diri dan mengambil sebuah buku yang masih panas tapi belum terbakar seluruhnya. Ia menyembunyikan di balik baju. Papa mengetahui, dan wanti-wanti agar jangan beritahu saipapun juga.

4. Jembatan dan Buku

Liesel sudah diwanti-wanti agar jangan memberitahukan kepada siapapun keberadaan orang Yahudi di rumah mereka. Namun ketika Rudy, teman sekolah dan tetangga rumahnya memergoki buku pemberian Alex, ia harus menjelaskan. Tepat saat itu ada yang gangguin, mereka berkelahi dan terpaksa Rudy membuang buku ke sungai. Untuk menyelamatkannya, Rudy rela menceburkan diri ke sungai dalam musim salju yang dingin.

5. Liesel Mencuri Buku

Untuk membiayai hidup, Rosa menjadi tukang cuci sebuah keluarga akuntan Nazi. Liesel yang mengantar dan sang istri Nazi mengizinkannya membaca koleksi bukunya. Ketika Alex sakit, Liesel terpaksa mencuri dari jendela untuk dibacakannya di samping Alex.

6. Rudy dan Liesel Memaki Hitler

Rudy harus ikut wajib militer. Tapi ia mangkir dan bersama Liesel pergi ke sungai. Disana mereka berteriak-teriak memaki Hitler.

7. Hans Membela Tetangganya

Seorang tetangga Hans dibawa tentara Nazi gara-gara salah menulis nama, seharusnya dengan dua n cuma ditulis satu. Hans membela, tapi ia malah didorong tentara dan dicatat namanya. Beberapa jam kemudian seseorang mengetuk pintu, ia sudah bersiap pergi tetapi ternyata salah alamat.

8. Tentara Memeriksa Basement

Beberapa tentara Nazi datang ketika Liesel dan teman-teman main bola. Liesel tahu ada yang tidak beres, ia terpaksa melukai kakinya dan harus pulang cepat. Ia memberitahu Papa Mama. Mereka cepat-cepat memindahkan Alex. Sang Tentara memeriksa dengan teliti basement dan hampir menemukan Alex.

9. Bercerita dalam Ruang Bawah Tanah

Ketika serangan sekutu makin gencar, warga bersembunyi dalam ruang bawah tanah. Dalam situasi mencekam di tengah dentuman senjata, Liesel bercerita berdasarkan ingatannya tentang buku-buku yang ia baca.

10. Tewasnya Orang-0rang Tercinta

Ini adegan terakhir, dimana gempuran sekutu memusnahkan kota mereka. Hans tewas, istrinya tewas. Liesel selamat karena petugas mendengar suaranya memetik akordion, ia sendiri tertimpa lemari. Rudy terluka, ia hendak mengatakan sesuatu yang tidak selesai. Liesel berteriak dan menciumnya. Sekali dan yang terakhir.

Sophie Nelisse the book thief

sophie-nelisse

the book thief bridge

the book thief burn book

the book thief kiss

the book thief train

the book thief

FacebookTwitterGoogle+Share

One thought on “10 Adegan Terbaik Film The Book Thief

  1. Pingback: 5 Anak Muda Terkaya Dunia 2014 | Beritau Net

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *